Ads 1

Tampilkan postingan dengan label ternak perkutut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ternak perkutut. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2016

strategi jitu ternak perkutut lokal bagi pemula

Burung perkutut merupakan jenis burung yang dikenal emiliki suara kicauan yang indah. Beternak burung perkutut dapat dijakikan peluang bisnis yang menjanjikan saat ini. Sebab, perkutut merupakan jenis. Ini karena seiring perkembangan waktu burung ini banyak diminati masyarakat sebagai burung peliharaan. Serta permintaan pasar pun kian meningkat dari tahun ke tahun.
strategi jitu ternak perkutut lokal bagi pemula
Burung perkutut memiliki ciri yaitu tubuh berukuran relatif kecil dengan panjang berkisar antara 20–25 cm, kepala berbentuk bulat kecil dengan warna abu-abu, paruh berbentuk panjang meruncing, leher berukuran agak panjang, serta jari yang berjumlah 4 buah pada tiap kaki. Bulu perkutut biasanya berwarna kecokelatan dengan variasi warna putih, hitam dan cokelat tua.
Jenis-jenis perkutut yang biasa ditemukan di Indonesia adalah perkutut lokal, perkutut bangkok, perkutut belang, dan perkutut sumba. Meskipun jenisnya berbeda-beda, cara beternak burung perkutut relatif sama untuk semua jenis burung lainnya. Burung ini juga dikenal akan kebiasaannya untuk hidup berkelompok di alam bebas. Habitat aslinya adalah dataran rendah atau tinggi yang berumput dan berbukit-bukit. Berikut cara tepat beternak burung perkutut.


Memilih bibit
Hal pertama yang harus diperhatikan untuk beternak burung perkutut adalah pemilihan bibit Indukan atau bibit yang ideal haruslah berumur minimal 4 bulan agar lebih mudah dijodohkan. Sebaiknya umur betina lebih tua dari umur pejantan. Ciri-ciri indukan atau bibit yang baik adalah memiliki suara yang bagus baik itu suara depan, tengah, maupun ujungnya. Selain itu, bibit yang bagus juga harus memiliki irama suara yang ketukannya agak renggang, memiliki silsilah yang bagus, dan memiliki bentuk tubuh yang bagus.


Persiapan kandang
Seperti jenis burung lainnya, hal yang harus diperhatikan dalam teknik budidaya burung perkutut selanjutnya adalah persiapan kandang. Kandang perkutut biasanya terbuat dari bahan kawat. Ukuran tinggi kandang bisa bervariasi antara 45–180 cm. Lebar kandang ideal sekitar 60 cm sementara panjangnya antara 100–180 cm. Lantai kandang bisa menggunakan pasir atau tanah biasa. Sementara atap kandang dapat menggunakan bahan asbes atau genting.
Untuk beternak burung perkutut dengan baik, pastikan posisi kandang mendapat sinar matahari terutama pada pagi hari. Selain itu kandang juga harus memiliki kelembapan yang cukup. Perhatikan juga jarak atap ke sarang. Usahakan agar tidak terlalu dekat sehingga perkutut tidak kepanasan. Pastikan juga kandang jauh dari sumber suara berisik untuk menghindari perkutut dari stress.


Proses penjodohan
Layaknya cara beternak jenis burung lainnya, anda juga perlu melakukan proses penjodohan pada perkutut Anda. Pertama, masukkan perkutut yang akan dijodohkan ke dalam kandang ternak. Waktu yang tepat untuk memasukkan perkutut ke kandang ternak adalah pada saat sore hari. Sebelum dimasukkan ke dalam kandang ternak, kedua perkutut yang akan dijodohkan terlebih dahulu diberikan kacang hijau lunak, minyak ikan, vitamin E, dan badannya dibasahi sedikit.


Tahap Pemeliharaan
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam budidaya perkutut adalah pemeliharaan piyik atau anakan. Piyik sebaiknya dipisahkan dari induknya ketika berusia 1 sampai 1,5 bulan. Pada usia ini piyik biasanya sudah bisa makan sendiri. Tempatkanlah piyik dalam sangkar berukuran 50x70x50 cm. dalam satu sangkar dapat diletakkan 8–10 ekor piyik.
Pakan yang bisa diberikan pada piyik dalam teknik beternak perkutut adalah minyak ikan, vitamin B kompleks, obat cacing dan kalsium. Piyik juga harus dijemur agar mendapatkan cukup sinar matahari. Untuk menambah daya tahan tubuh, piyik dapat diberikan vitamin tambahan sebanyak 2 minggu sekali. Pada usia 3 bulan piyik dapat dipindahkan ke sangkar soliter.

cara sukses budidaya dan beternak perkutut hitam

Perkutut yang redaksi tampilkan ini berbeda dengan perkutut pada umumnya, sebab perkutut ini berbulu hitam. Meskipun di bilang perkutut Hitam tetapi tidak kok hitam kelam tetapi memang ada warna bliriknya.
Perkutut hitam ini memiliki ciri khusus terutama bulu yang kebanyakan blirik hitam. Sedang kaki serta mata juga kehitam hitaman. Perkutut hitam di zaman dahulu memiliki sifat agak berbeda yaitu tidak mau kumpul dengan sembarang perkutut sejenisnya, hidupnya juga banyak mengembara dan di tempat yang sepi, seperti dalam hutan, dekat goa, dan rerimbunnya hutan.
Selain itu perkutut ini juga mampu menahan lapar hingga beberapa hari. Bagi orang yang mempercayai memelihara perkutut hitam akan memiliki wibawa atau daya linuwih.
Perkutut hitam bukan hanya sebagai simbul kekuatan saja, tetapi perkutut itu juga memiliki daya gertak yang cukup kuat terhadap sesama perkutut, sehingga apabila perkutut bulu coklat dan putih di sandingkan dengannya maka perkutut putih dan coklat tersebut jarang mau berbunyi  bahkan membisu. (anda tak percaya silahkan sandingkan  perkutut anda) Bila perkutut anda mau berbunyi berarti tabir salah satu mistis telah dapat anda buka.
Perkutut hitam tidak segacor perkutut bulu coklat atau blirik Coklat, disamping suara hanya lirih dan kecil. Mistis perkutut hitam di zaman dahulu kala juga dapat di pakai sebagai simbol tolak bala serta menolak ilmu santet, disamping pula untuk memperlancar rezeki serta kewibawaan.
Secara visual memang perkutut hitam memiliki katuranggan yang lebih besar sedikit di banding perkutut yang lain, sehingga masuk akal bila perkutut yang lain berbadan kecil agak takut dengan perkutut hitam bila di sandingkan.
Venomena yang lain, bahwa perkutut hitam masih jarang di ternak bahkan dapat di anggap langka. Pemirsa percaya dengan mistis perkutut yang ini ?

prospek usaha ternak perkutut lokal yang sangat menjanjikan

Penggemar burung berkicau tentu sangat mahfum dengan nyanyian: whur ketekuk,whurr ketekuk,kuk kuk, yang merupakan suara khas tersebut dilantunkan oleh perkutut yang sedang manggung. Tapi seberapa besar nilai bisnis yang terkandung di balik budidaya perkutut, bisa jadi belum banyak orang yang tak paham. Padahal kalau ditekuni, bukan tidak mungkin nantinya jadi bisnis yang prospektif.
Dibanding ternak unggas yang lainnya, perkutut punya beberapa kelebihan. Dari segi tehnis pengelolaan, tidak rumit. Modalnya, juga tidak terlalu besar, hanya investasi awalnya (untuk membuat kandang) saja yang memakan biaya lumayan.
Modalnya tidak banyak. Sebagai gambaran, sepasang perkutut paling banter menghabiskan biaya untuk pakan dan obat-obatan sebesar Rp15 ribu/bulan. Sementara untuk beli 5 pasang indukan butuh Rp.500.000 – Rp. 1 juta.
Untuk pembuatan kandang berukuran 90x70x180 cm3 atau 120x60x180 cm3 yang terbuat dari kayu/bambu dan ram-raman kawat, kurang lebih menelan biaya Rp 500 ribu. Kandang tersebut cukup bagi 1 atau 2 pasang. Dalam sebulan sepasang perkutut mampu menghasilkan 2 – 8 anakan dengan harga Rp.200 ribu/pasang.
Produktivitas perkutut dapat di tingkatkan dengan menitipkan telur atau anakan keburung puter sebagai induk semang yang baru. Dengan cara ini perkutut mampu berkembang biak sampai 3 kali/bulan. Bahkan bisa ditingkatkan menjadi seminggu asal induknya diberi vitamin serta pakan yang berkualitas.
Tak sulit membudidayakannya Secara tehnis beternak perkutut terbilang mudah. Dalam sangkar kecil seukuran kandang soliter (45x45x65 cm3) sudah bisa. Apalagi disangkar yang lebih besar. Kelebihan perkutut terutama karena mudah dan cepat beradaptasi dengan lingkungan baru didalam sangkar.
Disamping itu, perkutut tidak gampang stress, jarang terkena penyakit, pakan melimpah dan murah. Masalah lain yang perlu diperhatikan adalah pemeliharaan, kebersihan lingkungan, sangkar, minuman dan makan.
Agar hasil anakan sesuai dengan harapan, ada baiknya lebih dulu mempelajari tehnik perkawinan atau crossing. Tehnik ini perlu dilakukan secara berulang hingga mencapai anakan yang berkualitas. Ujung-ujungnya tentu saja duit. Makin baik mutunya, makin tinggi harganya.
Membidik pasar potensialSejauh ini pasar perkutut masih terbuka luas. Menurut perhitungan rasional, bila 10% dari 210 juta penduduk di Indonesia hobi memelihara burung, itu jumlahnya sama dengan 21 juta, taruhlah yang senang sama perkutut cuma 3 % atau 7 juta orang. Bila setiap orang ingin memiki 3 ekor, tinggal dihitung berapa kebutuhan perkutut di Indonesia.
Berdasarkan catatan Persatuan Pelestari Perkutut se Indonesia (P3SI), jumlah peternak saat ini ada 5 ribuan dengan 50 ribu kandang, sedangkan produksi per tahun baru sekitar 500 ribu ekor. Bila diambil rata-rata, setiap peternak menghasilkan 4.400 ekor senilai Rp 220 juta.


Segmen Pasar Perkutut Singkat kata, kisaran harga perkutut memang bervariasi. Namun secara umum ada 5 segmen :
Pertama, segmen pasar yang menekankan perkutut untuk kepentingan lomba, konkurs atau sejenisnya.Segmen ini tentu membutuhkan perkutut yang berkualitas baik, sesuai aturan main yang ditetapkan P3SI. Tak heran bila perkutut yang didambakannya seharga ratusan juta rupiah.
Kedua, Segmen pasar yang menekankan pada sisi peternaknya. Bagi masyarakat peternak perkutut yang di pentingkan adalah kemampuan memproduksi anakannya secara optimal dengan suara dan irama anggungan yang baik dengan demikian harganya pun juga tinggi.
Ketiga, Yang mungkin dijangkau masyarakat penggemar perkutut. Segmen ini lebih menekankan unsur gengsi. Jadi, yang lebih menjadikan pertimbangan utama adalah irama yang disukai pemiliknya. Pada segmen ini perkutut akan bernilai jutaan samapai puluhan juta.
Keempat, Orientaisnya pada katuranggan. Pemilik meyakini bahwa perkutut dapat membuat pemiliknya memperoleh kebahagiaan, ketentraman hidup dan rezeki melimpah atau tanda-tanda baik lainnya. Masyarakat yang mengetahui bahwa katurangga perkutut yang akan dipelihara bakal mendatangkan kebaikan tentu akan membelinya dengan haraga berapapun.
Kelima, banyak orang yang memiliki perkutut dengan pertimbangan unik dan exotis. Mereka yang termasuk dalam kelompok ini akan mampu menghargai perkutut sampai juataan rupiah. Yusroni Hendridewanto (kiriman Anthan Warsita, Surabaya).


Analisis Keuntungan Usaha Ternak perkutut
A. Investasi
Memilih perkutut bisa dimulai dari piyikan/anakan. Bisa juga yang sudah dewasa. Berikut ini adalah tips memilih perkutut yang baik :
  • Sehat, aktivitasnya lincah, fisik baik, tegas, gagah , bulu
  • Pembuatan Kandang Rp. 500.000
B. Biaya lancer
  • Induk 5 pasang @ Rp 200.000 Rp.1.000.000
  • Pakan 5x Rp. 2.000 Rp. 10.000 - Obat dan Vitamin Rp. 5.000
  • Total Biaya Lancar Rp. 1.015.000
C. Pendapatan
  • Bila setiap induk mampu menetaskan 2 piyik, produksi anakan :
  • 5 x 2 x Rp.200.000 Rp 2.000.000
D. Keuntungan (C - B) :
  • Rp 2.000.000 – Rp 1.015.000 = Rp 985.000 Analisis Keuntungan Usaha Ternak Perkutut Dengan Pengeraman Induk dan Jasa Puter
A. Investasi
  • Pembuatan kandang dan penyusutan 10 % tahun Rp 1.822.500
  • Pembelian 50 pasang induk @ Rp 200.000 Rp 10.000.000
  • Total Investasi Rp 11.822.500
B. Biaya lancar
  • Pakan perkutut Rp2000/bulan/pasang, setahun Rp 1.200.000
  • Pakan puter Rp3000/bulan/pasang setahun (sepasang perkutut butuh 2 pasang puter)Rp 3.600.000
  • Vitamin dan obat-obatan Rp 50.000/bulan, setahun Rp 1.200.000
C. Pendapatan
  • Induk langsung pertahun menetas 8 kali harga anakan 10 % dari induk = Rp.1.000.000 x 8 Rp 8.000.000
  • Menggunakan jasa puter pertahun menetas 24 kali harga anakan 10 % dari induk = Rp bulunya halus dan teratur rapi.
  • Tatapan mata tajam tetapi lembut, mata bulat dan bersih, paruh agak lurus normal, kaki warnanya terang.
  • Nafsu makannya normal – aktif.
  • Suaranya minimal normal atau suara yang memenuhi kriteria yang biasa di sukai penggemar. Lebih bagus sesuai ketentuan P3SI.
  • Tahu persis silsilah atau garis keturunan. Ini dimaksud untuk mengetahui mutu nenek moyang perkutut yang akan di ternakan. Bila dikaitkan dengan konkurs/lomba atas dasar penilaian suara, ikuti kriteria versi P3SI.
  • Suara depan, dengan ketentuan panjang, mengayun/membat dan bersih.
  • Suara tengah, dengan kriteria bertekanan , lengkap dan jelas.
  • Irama, dengan ketentuan senggang, lenggang, elok dan indah.
  • Dasar suara(air sungai/lantar suara), dengan kriteria tebal, kering bersih dan jernih.
Prinsip Beternak Perkutut dan Pemasaran
  1. Pilih yang baik dan sehat, baik jantan maupun betina.
  2. Mempersiapkan kandang, perpasang bisa seukuran 80x80x80 cm atau 60x120x180 cm. Beratap, terlindung dari hujan dan angin posisi tidak terisolir tetapi tenang suasananya.
  3. Melakukan mendekatkan induk jantan dan betina untuk penjodohan . Umur yang jantan paling tidak 12 bulan dan betinanya 10 bulan.
  4. Pakan tersedia secara cukup seperti jewawut, milet, biji kenari, ketan hitam, beras merah, gabah mini, pakan ayam 521, dan vitamin.
  5. Pada saat mengeram (telur 2 butir), induk tidak boleh diganggu, biarkan suasananya tenang. Telur bisa dititipkan ke burung puter.
  6. Anakan akan menetas selama 14 hari dierami dan piyik akan diasuh induknya selama 25 hari. Pada umur itu, piyik sudah dapat dipisahkan dan dipindahkan ke sangkar perawatan.
  7. Melakukan silang menyilang dengan kerabat bisa dilakukan untuk mendapatkan mutu perkutut yang digemari para hobiis dan memiliki nilai jual yang tinggi.
  8. Piyik dalam pemeliharaan pada segala umur laku dipasaran.
  9. Sistem pemasaran berlangsung secara tradisional, dari mulut ke mulut, secara profesional dan menggunakan caracara pemasaran modern.
  10. Kemungkinan ekspor dalam jangka panajang, sangat terbuka luas anatara lain ke Thailand, (walaupun saat ini kita masih import), singapura, malaysia, Filipina, Suriname (50 % penduduknya dari jawa) dan lain-lainnya. 1.000.000 x 24 /tahun Rp24.000.000
D. Keuntungan Pertahun (C – B)
  • Induk langsung = Rp 8.000.000 – (Rp1.200.000 + 1.200.000) = Rp 5.600.000
  • Menggunakan jasa puter = Rp 24.000.000 –(Rp 3.600.000 + 1.200.000) Rp 19.200.000
Mengenal lebih Jauh Tentang Perkutut
  • Perkutut yang selama ini dikenal adalah perkutut lokal dan perkutut Bangkok. Walau – pun asalnya dari Bangkok,sebenarnya sama saja dengan perkutut Indonesia.
  • Pakan utama perkutut adalah biji-bijian, rumput dan padipadian. Diperternakan tak jarang diberikan beras merah, milet, butiran jagung, campur makanan pabrik dengan kandungan protein tinggi, ditambah vit dan mineral padamakanan atau minumannya.
  • Musim kawinnya terjadi pada bulan April- Juni Sarangnya berbentuk mangkuk dan cekung, bertelur 2 butir. Telur akan dierami perkutut jantan

Senin, 31 Oktober 2016

yuk intip rahasia cara ternak perkutut bangkok yang baik

yuk intip rahasia cara ternak perkutut bangkok yang baik
Seperti terlihat di foto, nampak sepasang indukan yang sedang menjaga piyikannya.


Sangkar untuk beternak
Sangkar yang di gunakan berukuran 60(L)x60(P)x75(T). Ukuran sangkar ini tidaklah mutlak karena berdasarkan pengalaman beberapa teman lainnya, ukuran 35x35x60 pun bisa digunakan.
Saya menggunakan sangkar yang lebih besar karena pertimbangan kesehatan burung perkutut indukan saja. Semakin besar sangkar akan semakin bebas bergerak perkututnya di dalam sangkar. Jika Anda pernah memelihara perkutut pasti sering atau setidaknya pernah melihat seekor burung perkutut berolah raga (terbang di tempat di dalam sangkarnya)
Jika anda ingin menggunakan sangkar yang berukuran lain saya kira bisa saja tetap produktif asalkan anda tetap memperhatikan sisa ruang gerak bagi perkutut agar bisa kawin dengan sempurna. Ruang yang terlalu sempit akan membuat perkutut susah melakukan perkawinan. Bayangkan saja jika di sebuah sangkar yang sempit, dimana di dalamnya terdapat wadah pakan dan sarang perkutut.
Sebelum kawin, perkutut akan saling loloh (cium) lalu melakukan rotual ngecer (istilahnya ngecer ini mungkin bagi orang lain) barulah melakukan perkawinan sungguhan.
Yang saya maksud ngecer adalah induk jantan menaiki punggung induk betina sambil berbunyi cek.cek.cek…cek.. cerrrr……. Proses ngecer ini dilakukan sambil melompat dari punggung induk betina ke samping kanan atau kirinya dan hinggap di tangkringan di sebelah induk betina. Karena itulah, dibutuhkan tempat tangkringan yang agak panjang agar indukan jantan bisa lebih leluasa ngecer. Kalau saran saya sebaiknya gunakan sangkar dengan ukuran minimal 45x45x60 saja.
Proses ngecer ini biasanya dilakukan sekitar 4-5 kali barulah terjad perkawinan. Proses ngecer ini mungkin sebagai pemanasan saja. Sedangkan perkawinan yang sesungghnya, gayanya sama seperti burung merpati atau burung puter. Hanya saja pada burung merpati dan puter tanpa melakukan proses ngecer.
Beberapa teman saya menggunakan sangkar tumpuk (ranji) yang biasanya bisa dipindah dan diletakan di bawah. Kalau saya lebih suka pakai sangkar gantung supaya bisa di jemur dan di tinggal dengan tenang karena banyak kucing tetangga berkeliaran di depan rumah.


Cara perawatan induk perkutut
Cara yang saya gunakan ini tidak mutlak harus dilakukan karena masing-masing peternak mungkin pernah juga berhasil menggunakan metode perawatan yang lainnya. Berikut adalah tips dari saya :
  1. Setiap pagi sangkar dijemur untuk merangsang calon indukan supaya cepat kawin. Biasanya pada waktu dijemur dan setelah di jemur burung perkutut akan kawin. Akan tetapi pada malam hari pun terkadang pasangan induk perkutut juga mau kawin jika ada lampu yang menyala. Penjemuran saya lakukan sampai kira2 jam 10 pagi. Teman saya bisa beternak di sangkar gantung tanpa dijemur (hanya di tempel di dinding saja) dan berhasil. Tapi saya kira hal ini jika berlanjut untuk jangka panjang akan kurang baik efeknya bagi pasangan induk perkutut.
  2. Setelah penjemuran, pindahkan sangkar ke dalam rumah dan tempelkan di dinding. Penempelan di dinding ini di maksudkan agar jika perkutut bertelur, telurnya tidak banyak tergoyang.
  3. Setelah terlihat kawin, biasanya perkutut akan segera bertelur 1-2 minggu kemudian. Jika sudah ada tanda-tanda perkutut akan bertelur, sangkar tidak perlu di keluarkan dan dibiarkan saja menempel di dinding selama masa pengeraman.
  4. Masa pengeraman telur adalah 2 minggu (terkadang biasa mundur 1-2 hari atau bahkan 1 minggu jika proses pengeramannya jelek). Setelah ada tanda-tanda telur menetas, 2-3 hari kemudian sangkar bisa anda jemur kembali sekitar 5-10 menit saja di pagi hari. Waktu penjemuran harus di perhatikan bahwa sinar matahari jangan terlalu kuat karena piyikan bisa mati kepanasan. Mungkin idealnya sekitar jam7 atau 7.30 pagi. Setelah bulu piyikan keluar, waktu penjemuran bisa anda tambah.
  5. Usia anakan perkutut 5-7 hari anda bisa memasang cincin (ring)
  6. Sekitar umur 7-8 hari, piyik perkutut bisa anda ambil dan dititipkan di loloh burung puter jika anda menggunakan jasa burung puter. Jika anda ambil piyik perkutut pada saat itu, maka ada baiknya anda bersihkan sekalian sangkar berikut sarangnya supaya bisa di gunakan untuk bertelur lagi.
  7. Jika anda ingin membiarkan piyikan di rawat oleh induknya sendiri, waktu aman (sudah mulai makan sendiri) untuk memisah piyik dari induknya adalah setelah berumur di atas 21 hari. Namun jika anda takut ada baiknya di genapkan hingga berusia 1 bulan saja.

omset bisnis ternak perkutut yang menggiurkan

omset bisnis ternak perkutut yang menggiurkan
Whur ketekuk,whurr ketekuk,kuk kuk…Penggemar burung berkicau pastilah sangat mengenal dengan bunyi nyanyian tersebut. Sebuah nyanyian yang menjadi suara khas burung perkutut sedangmanggung. Membudidayakan burung perkutut saat ini masih menjadi hobi yang mendatangkan keuntungan luar biasa bagi yang paham ‘memainkan’ bisnis ini. Namun kebanyakan orang belum paham dalam menjalankan hobi yang satu ini. Padahal kalau ditekuni, bukan tidak mungkin nantinya menjadi bisnis yang prospektif.

Konsumen
Konsumen perkutut antara lain para penggemar burung perkutur, para peternak atau pemilik usaha pembesaran burung perkutut, serta masyarakat umum yang mengagumi keunikan suara perkutut. Rata – rata penggemar burung perkutut adalah para pria, bak muda maupun tua banyak yang menyukai keunikan burung ini.

Info bisnis
Secara teknis beternak perkutut terbilang mudah. Dalam sangkar kecil berukuran 45 x 45 x 65 cm3 sudah bisa digunakan untuk membudidayakan perkutut. Apalagi di sangkar yang lebih besar, lebih memberikan kenyamanan kepada perkutut yang dibudidayakan. Untuk perkutut selama ini memang dikenal sebagai burung yang mudah dan cepat beradaptasi dengan lingkungan baru di dalam sangkar. Disamping itu, perkutut juga tidak gampang stress, jarang terkena penyakit, dan pakan melimpah dan murah. Hanya yang perlu menjadi bahan pertimbangan adalah pemeliharaanya, kebersihan lingkungannya, sangkar, makanan dan minumannya.
Biji-bijian, rumput-rumputan, dan padi-padian merupakan makanan utama dari perkutut. Selain itu juga tidak jarang diberikan beras merah, milet, butiran jagung, campur makanan pabrik dengan kandungan protein tinggi, ditambah dengan mineral dan vitamin pada makanan dan minumannya.
Untuk tahapan perkawinan, perkutut biasanya memiliki musim kawin yang terjadi pada bulan April-Juni. Setelah menghasilkan telur, kemudian akan dierami perkutut jantan maupun betina yang biasanya berkisar 14 hari. Dalam sebulannya, sepasang perkutut mampu menghasilkan maksimal 8 ekor anakan. Kebanyakan peternak mengakali agar produkstivitas perkutut tersebut meningkat. Cara yang digunakan adalah menitipkan telur atau anakan ke burung puter sebagai induk semang yang baru. Dengan cara tersebut, perkutut mampu bekembang biak sampai tiga kali per bulannya. Bahkan bisa ditingkatkan lagi menjadi seminggu asal induknya diberi vitamin dan pakan yang berkualitas.
Selain melalui beternak sendiri, dalam membudidayakan perkutut juga bisa dilakukan dengan cara membeli anakan/ piyikan atau juga perkutut yang sudah dewasa. Dan dalam memilih perkutut tersebut ada beberapa macam pertimbangan yang harus Anda lakukan, antara lain:
  1. Sehat, aktivitas lincah, fisik baik, tegas, gagah, bulu-bulunya halus dan teratur rapi.
  2. Tatapan mata tajam, mata bulat, paruh agak lurus normal, kaki warnanya terang.
  3. Nafsu makannya normal dan aktif.
  4. Suaranya minimal normal atau suara yang memenuhi criteria yang biasa disukai penggemar.
  5. Mengetahui silsilah keturunannya. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui metu nenek moyang perkutut yang akan diternakkan.
Kelebihan bisnis
Dibanding budidaya unggas yang lainnya, membudidayakan perkutut punya beberapa kelebihan. Dari sisi teknis pengelolaan, membudidayakan perkutut tidaklah rumit. Modalnya juga tidak terlalu besar, hanya investasi awalnya (untuk membuat kandang) saja yang memakan biaya lumayan. Walaupun kebanyakan orang salama ini selalu berfikiran hobi perkutut merupakan hobi yang mahal, namun dengan teknik beternak, maka dana yang akan mengalir akan menjadi relatif murah.

Kekurangan bisnis
Budidaya perkutut membutuhkan pengetahuan dan ketekunan, karena agar perkutut mau berkembangbiak diperlukan perawatan khusus agar telurnya tidak gagal menetas. Disamping itu waktu budidayanya pun cukup lama, dari mulai telur hingga menjadi burung perkutut yang siap dipasarkan membutuhkan waktu hingga beberapa minggu.

Pemasaran
Untuk pemasaran perkutut tersebut, selama ini di kalangan pecinta perkutut mengkategorikan segmentasi pasar menjadi beberapa macam, antara lain:
Pertama, segmen pasar yang menekankan perkutut untuk kepentingan lomba, konkurs atau sejenisnya. Segmen ini tentu membutuhkan perkutut yang berkualitas baik. Tak heran bila perkutut yang didambakannya seharga ratusan juta rupiah.
Kedua, Segmen pasar yang menekankan pada sisi peternaknya. Bagi masyarakat peternak perkutut yang dipentingkan adalah kemampuan memproduksi anakannya secara optimal dengan suara dan irama anggungan yang baik dengan demikian harganya pun juga tinggi.
Ketiga, Yang mungkin dijangkau masyarakat penggemar perkutut. Segmen ini lebih menekankan unsur gengsi. Jadi, yang lebih menjadikan pertimbangan utama adalah irama yang disukai pemiliknya. Pada segmen ini perkutut akan bernilai jutaan samapai puluhan juta.
Keempat, Orientaisnya pada katuranggan. Pemilik meyakini bahwa perkutut dapat membuat pemiliknya memperoleh kebahagiaan, ketentraman hidup dan rezeki melimpah atau tanda-tanda baik lainnya. Masyarakat yang mengetahui bahwakaturangga perkutut yang akan dipelihara bakal mendatangkan kebaikan tentu akan membelinya dengan haraga berapapun.
Kelima, banyak orang yang memiliki perkutut dengan pertimbangan unik dan exotis. Mereka yang termasuk dalam kelompok ini akan mampu menghargai perkutut sampai juataan rupiah.


Kunci sukses
Agar bisnis budidaya perkutut yang Anda jalankan sukses, sebelum membudidayakannya pilihlah indukan yang baik. Agar hasil anakan perkutut juga berkualitas. Selanjutnya berikan vitamin dan pakan yang baik, agar masa berkembangbiaknya lebih cepat. Tingkatkan terus pengetahuan Anda mengenai perkutut, sehingga segala permasalahan yang mungkin muncul juga bisa Anda atasi.
Analisis ekonomi
Modal Awal:
Pembuatan Kandang                              Rp   500.000,00
Induk 5 pasang @ Rp 200.000                    Rp 1.000.000,00
Pakan 5x Rp  2.000                             Rp    10.000,00
Obat dan vitamin                              Rp     5.000,00+
Total Modal Awal                               Rp 1.015.000,00
Pendapatan:
Bila setiap induk mampu menetaskan 2 piyik, produksi anakan :
5 x 2 x Rp 200.000                             Rp 2.000.000,00
Keuntungan:
Rp 2.000.000 – Rp 1.015.000                    Rp   985.000,00

Panduan lengkap cara ternak perkutut bagi pemula

Panduan lengkap cara ternak perkutut bagi pemula
Buat anda yang ingin mencoba beternak perkutut, mungkin artikel ini bisa anda jadikan referensi sebelum melangkah untuk menggeluti ternak perkutut ini, dan berikut ini Panduan lengkap cara ternak perkutut bagi pemula


I . Sekolah Dulu
Namanya juga beternak, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menyiapkan indukan untuk ditangkar. Disinilah biasanya para pendatang baru (baca pemula) sering babak belur. Habis duit segudang tanpa hasil yang diharapkan. Karena itu kalangan Kung Mania sering berseloroh, "sekolah" perkutut itu biayanya amat mahal. Kenapa mesti mahal bila kita tahu trik-triknya ?
Agar biaya sekolah itu tak mahal, kita jangan emosi dengan mengandalkan kekuatan modal di kocek. Anggap saja seperti layaknya sekolah formal. Mulai dari TK, SD, SMP dan seterusnya. Jangan malu dikatakan punya duit tapi beli burung cepekan (seratus ribuan).
Beli dulu yang murah-murah sembari belajar dan memahami berbagai aspek suara perkutut. Belilah piyik lalu peliharalah sampai dewasa. Tujuannya, agar faham betul, bila sewaktu piyik kualitasnya demikian setelah dewasa berubah demikian.
Setelah mulai paham sekolahnya baru ditingkatkan. Mulai beli burung-burung yang agak mahalan sedikit. Sebaiknya juga tetap piyik. Tujuannya sama, untuk memantau perkembangannya. Tahapan ini terus naik sesuai dengan jumlah dana yang tersedia.
Setarakan antara kekuatan modal dengan ilmu yang ada. Kalau mengertinya masih setengah-setengah, sebaiknya beli burung dengan harga menengah. Agar terhindar dari gorokan dan tak memunculkan seloroh, "sekolah perkutut mahal harganya".


II. Pelajari Darah (Blood Line)
Nyaris 90% peternak sukses mengatakan, bahwa unsur darah turunan yang mengalir pada seekor perkutut amat menentukan kualitasnya. Karena itu carilah piyik-piyik atau calon bibit dengan aliran darah yang baik. Kalau perlu darah langsung para juara.
Dengan mempelajari aliran darah yang mengalir pada seekor perkutut, minimal kita masih bisa selamat. Sebab sering terjadi, meski dibeli dengan harga cepekan tetapi saat diternak melahirkan juara. Itu dikarenakan aliran darah yang mengalir masih membawa turunan juara.
Agar makin paham dengan darah darah beken, sebaiknya ikuti silsilah setiap jawara. Setelah paham betul sampai kakek buyut para jawara, barulah masuk ke peternak untuk berburu piyik berbakat atau calon indukan bermasa depan.


III. Nonton Konkurs atau Latihan
Anda tidak akan diusir bila datang melihat latihan rutin yang banyak digelar di kota Anda. Atau datanglah melihat konkurs resmi. Disitu, Anda bisa belajar banyak. Selain mematangkan ilmu suara perkutut yang baik dan benar, juga sekaligus memahami bagaimana karakter Kung Mania.
Di arena tersebut Anda bisa berkenalan dengan sejumlah peternak, para botoh atau juri dan bahkan para pakar. Belajar dan janganlah malu untuk bertanya bilamana perlu.
Disitu Anda juga sekaligus bisa menguping, berapa harga pasaran untuk seekor perkutut berdasarkan kualitas suaranya. Tujuannya, Anda tidak tersembelih bila suatu ketika datang ke peternak atau showroom untuk membeli calon indukan.


IV. Memilih Peternak
Pilihan yang tepat pada peternak untuk pengadaan bibit juga amat menentukan. Sebab sekarang ada ribuan peternak di seluruh tanah air dengan kualifikasi gurem, menengah dan besar. Tak perlu gerah datang ke peternak gurem, karena setiap peternak pasti punya yang baik dan yang kurang.
Bukan jaminan datang ke peternak raksasa dan papan atas pasti mendapat burung bagus dan bisa jadi juara atau menurunkan anak juara kalau diternak. Sebaliknya, produk peternak gurem tak selamanya jelek, jauh dari juara dan susah diternak.
Berdasarkan keyakinan akan kemampuan diri ada baiknya Anda untuk menerobos semua peternak yang Anda ketahui alamatnya. Nongkronglah disana minimal dua jam untuk memperhatikan indukan yang peternak bersangkutan ternakan. Juga piyik-piyik produksi mereka plus darah-darah yang mereka ternak.
Untuk dicatat, seorang peternak yang baik dan mapan, biasanya sudah kelihatan konsisten. Sudah memiliki ciri khas akan ciri produk mereka misalnya peternak A piyik-piyik yang Anda pantau punya ciri khas, sebut saja powernya. Atau suara ujungnya rata-rata ndelosor.
Ciri khas itu biasanya bawaan tanpa sengaja kesukaan tipe suara perkutut yang mereka sukai, misalnya peternak A suka akan tipe suara perkutut yang panjang bak kucing kejepit, maka bisa dipastikan indukan yang mereka ternak juga bertipe demikian. Tipe yang sama juga akan Anda temui pada piyik yang mereka produksi.
Peternak yang sudah mulai konsisten dan punya ciri khas demikian umumnya sudah peternak secara intensif selama lebih dari dua tahun. Atau ciri khas itu mulai nampak manakala mereka sudah sampai ke generasi ketiga yang mereka ternak. Atau sudah mulai banyak menggunakan anakan sendiri (pilihan) untuk dijadikan indukan serta hanya menggunakan maksimal 25% indukan dari luar. Indukan dari luar, bagi peternak mapan dan konsisten hanyalah sebagai pemberi corak. Misalnya, agar bisa menguber gaya baru yang lagi ngetrend.
Peternak yang belum mapan, antara lain ditandai dengan variatifnya merk bibit yang mereka ternakkan. Ini juga pertanda bahwa peternak yang bersangkutan masih dalam tahap mencari bentuk.
Bila menemui peternak demikian, sebetulnya kesempatan buat Anda untuk merogoh produk terbaik mereka. Karena yang mereka ternakkan masih F/1, biasanya mereka kurang kontrol akan produknya karena variatifnya, kualitas dan tiadanya ciri khas. Carilah kelengahannya, kemudian sabet yang Anda incar.
Jangan terpancang pada kandang favorit peternak yang bersangkutan karena bila itu yang Anda buru, pastilah bandrolnya lebih mahal dibanding anakan dari kandang lainnya.
Yang terpenting dalam memilih peternak adalah mencoba mencari tahu, apakah peternak bersangkutan betul-betul mengerti atau tidaknya burung perkutut. Tes dan coba tanyakan misalnya si juara bernama A itu induk bapaknya siapa. Atau, bila seekor perkutut jalan dobel diternak dengan jalan engkel keluar anaknya rata-rata bagaimana.
Coba tanyakan satu persatu kandang favorit atau kandang lainnya bagaimana kualitas bibit yang diternak. Misalnya kandang 1, bapaknya jalan bagaimana ibunya bagaimana. Peternak yang serius akan dengan mudah menjawab pertanyaan demikian karena dia betul-betul memantau indukan sebelum diternakan.


V. Memilih Calon Indukan
Agar lebih cepat proses beternaknya, yang paling tepat memang membeli calon indukan yang sudah berumur. Seekor perkutut yang siap diternak bilamana usianya sudah mencapai 6-7 bulan. Tetapi di usia sekitar 4 bulan sudah mulai bisa dimasukkan kandang penangkaran.
Menurut sejumlah peternak, bila dimasukkan kandang dalam usia muda (sekitar 4 bulan) proses perjodohan akan lebih mudah. Atau cepat jodoh. Beda misalnya dengan yang sudah sudah berumur, seringakali cekcok. Yang jantannya galak selalu menghajar betinanya atau sebaliknya.
Calon indukan yang baik untuk diternakkan, minimal tiga unsur suaranya terpenuhi.Suara depan,suara tengah,dan suara ujung terpenuhi. Air suara (latar) juga perlu diperhatikan,apakah cowong bergaung dengan echo yang bagus atau basah dan serak. Yang bagus untuk diternak adalah yang air suaranya cowong. Volume bisa disesuaikan, senang yang gede atau yang kecil kristal.
Yang jelas, biar bersuara besar (nada rendah) atau kecil (nada tinggi), ketukannya haruslah jelas didengar. Atau biasa diistilahkan tebal dan tipisnya suara.
Jarak antar ketukan juga harus agak renggang atau biasa diistilahkan lelah atau senggang. Tapi bila terlalu senggang juga amat membahayakan, seringkali malah patah atau tidak sampai.
Perkutut dengan suara patah biasanya karena napasnya tidak sampai. Karena itu orang kemudian mengistilahkannya dengan power. Ada tidaknya power yang bisa disimak dari tekanan kala bunyi. Apakah tandas tajam atau malas tanpa ada daya untuk mendorong suara lepas dari hidung.
Jalan suara juga penting. Misalnya dobel, engkel, satu setengah dan seterusnya. Saat ini trennya adalah perkutut bersuara minimal satu setengah (Klauuu Ke..thek..thek..Kung) atau dobel (Klau Ke..thek..ke..thek..Kung).
Tetapi jangan lantas berpedoman pada uraian di atas lalu ketika mencari burung dobel lelah unsur suara lengkap dengan hanya duit cepek. Karena perkutut berkualifikasi demikian umumnya sudah dibandrol di kisaran minimal 500 ribu per ekor.
Dengan duit cepek Anda mungkin masih bisa mendapat perkutut bersuara dobel tapi tak lelah dan ujung panjang ndelosor. Atau satu setengah agak lelah tapi ujungnya tidak panjang. Tak mengapa, ujung kurang bisa dikawinkan dengan yang ujungnya lebih dan seterusnya.
Selain faktor di atas dalam mencari indukan sekali lagi ada baiknya juga untuk memperhatikan faktor darah yang mengalir di tubuh perkutut yang bersangkutan.


VI. Belajar Crossing
Setelah calon indukan telah terkumpul, sebaiknya Anda mulai "sekolah" lagi. Kali ini ke jurusan silang menyilang atau bagaimana cara mengawinkan pasangan perkutut agar nantinya melahirkan anakan yang bagus.
Bila ini jalan pintas seperti yang sekarang banyak dilakukan peternak adalah memfotocopy kandang favorit atau kandang yang telah melahirkan juara. Misalnya kandang Super Beken dari peternak Kangen Juara yang telah melahirkan juara berisikan indukan jantan Bogem - 9 dan betina Tinju - 8. Bila Anda memang mampu menggaet adik atau kakak dari Bogem - 9 dan Tinju - 8 langsung saja masukkan kandang dan kawinkan.
Memang tak seluruhnya proses fotocopy tersebut berhasil. Bahkan sedikit yang melaporkan sukses. Tapi toh cara ini belakangan mulai banyak dilakukan oleh peternak. Dan uniknya anak-anak copyan tersebut juga laris manis. Mungkin bagi para pembeli lebih baik membeli fotocopyan yang lebih murah daripada yang asli.
Perihal bagaimana silang menyilang yang baik, ada baiknya belajar langsung ke sejumlah peternak yang telah sukses melahirkan juara. Mereka ini umumnya sudah paham teknik silang menyilang. Sebab bagaimanapun bila teknik itu diuraikan disini akan memakan banyak halaman. Itupun belum ada rumus pasti.


VII. Siapkan Kandang
Setelah beberapa pasang calon indukan terkumpul barulah Anda menyiapkan kandang penangkarannya. Ukurannya tidak ada ketentuan pasti. Bisa sepanjang 1,2 meter tinggi 1,8 meter dan lebar 50-70 cm. Yang mutlak diperlukan adalah panas matahari langsung.
Perihal lantai juga tak mutlak harus pasir atapnya juga bisa asbes, genting atau apa saja. Yang jelas jarak antar sarang dengan genting tak boleh terlalu dekat bila tak ingin telurnya nanti kopyor karena suhu dan kelembaban udara di kandang tidak sesuai. Kandang tersebut bisa saja dibangun dengan konstruksi kayu, aluminium atau besi. Tergantung kekuatan dompet kita. Bisa dibangun di atas tanah atau lantai atas rumah kita. Bisa juga di halaman sempit atau lahan luas. Kalau bisa lokasi kandang jangan terlalu sepi atau jarang dikunjungi atau dilewati orang sebab semakin sepi dan jauh dari manusia akan makin kurang produktif. Mungkin perkutut akan merasa aman dan nyaman bila sering bertatap muka dengan manusia.
Dengan demikian sebaiknya lokasi kandang jangan terlalu berisik misalnya dekat bengkel, dekat tempat latihan band dan lain-lain. Perkara hewan peliharaan misalnya *(O)**(O)**(O)**(O)**(O)**(O)* lama-lama juga akan beradaptasi tapi kucing adalah hewan yang paling ditakuti perkutut karena itu usahakan agar lokasi kandang tidak sering dikunjungi oleh kucing.


VIII. Memasukkan ke Kandang
Saat yang paling tepat mengawinkan perkutut adalah sore hari. Mandikan dan elus-elus dahulu keduanya baru dimasukkan ke kandang. Bisa terlebih dahulu disuapi kacang hijau yang telah direndam air hangat sampai empuk. Plus minyak ikan, vitamin B-kompleks, Vitamin E, atau jenis vitamin lainnya.
Kalau masih juga ogah jodoh dan sering berkelahi sebaiknya dipegang lagi, dimandikan lagi. Bila masih juga bentrok, cari mana yang ganas lalu masukkan ke sangkar dimana sangkar tersebut bisa dimasukkan ke kandang. Bila tidurnya sudah mulai berdampingan, tanda sudah mulai jodoh. Keluarkan yang ganas tadi dari dalam sangkar ke kandang penangkaran.
Perhatikan bila sudah mulai jodoh dan kawin-kawin menjelang bertelur, keduanya akan mencari benda apa saja untuk bisa dipakai untuk buat sarang. Yang paling ideal untuk dipakai adalah daun cemara kering atau akar rumput yang sudah kering.


IX. Manajemen Kandang
Catat kapan tanggal bertelurnya dan kapan menetasnya. Perkutut mengerami telurnya selama kurang lebih 14 hari. Sebaiknya catatan di secarik karton bekas tadi ditempatkan di bagian luar kandang (bisa dimana saja).
Bila ingin lebih produktif bisa memanfaatkan jasa puter untuk meloloh piyik dengan catatan piyiknya baru dipindah ke puter yang juga harus tengah mengeram. Setelah piyik tersebut berusia sekitar 7 hari atau setelah diberi cincin. Bila terlalu kecil dikhawatirkan mati terinjak puter. Sebaliknya bila terlalu besar atau sudah mulai belajar terbang, bulu mulai lengkap, piyik tadi ogah diloloh dan dirawat puter. Mau lebih produktif lagi caranya dengan memindahkan telur perkutut untuk dierami diamond dove atau ke pasangan perkutut lain yang biasa disebut babu. Caranya demikian memang membutuhkan ketelitian dan ketelatenan sebab kita harus tahu persis kapan perkutut bersangkutan bertelur dan kapan pula si diamond dove atau si babu bertelur.
Kalau tak pas tanggalnya bisa berantakan, karena baik babu atau diamond dove akan meninggalkan telurnya bila melewati 15 hari telur itu tak juga menetas. Atau bisa juga kaget bila telur yang dierami oleh babu atau diamond dove tadi lebih cepat menetas dari waktu yang semestinya.


X. Memantau Piyik
Setelah piyik produk peternakan kita sudah berumur 1.5 s.d. 2 bulan suara angin sudah mulai dikeluarkan. Pantau terus bagaimana perkembangannya. Bagus atau tidaknya piyik hasil ternakan kita tadi. Jangan terburu napsu untuk dijual karena kita tak akan pernah tahu bagaimana lagi perkembangannya bagus atau jelek.
Proses pemantauan sampai dewasa, tak hanya untuk anak pertama tapi kalau bisa hingga ke anak ketiga. Bila rata-rata lumayan bagus bisa diteruskan, sebaliknya bila rata-rata kurang bagus, bongkar kandang, ganti jantan atau betinanya yang dirasa kurang.

tips sukses ternak perkutut putih

Perkutut Putih Bangkok atau Perkutut Putih Lokal Silangan Bangkok sangat gampang dikembang biakkan, Anda dapat mencoba Berternak Perkutut Putih di Rumah dengan menggunakan Sangkar Petak ataupun juga menggunakan Kandang Penangkaran. Untuk dapat menghasilkan Perkutut Putih, Anda harus memiliki Sepasang Perkutut Putih (Jantan dan Betina), atau Sepsang Perkutut Jalur Warna Putih yang disebut dengan Perkutut Gen Putih.
Berikut ini adalah Panduan Cara Ternak Perkutut Putih Bangkok yang dapat Anda jadikan sebagai acuan belajar, terutama bagi Anda yang masih pemula dalam hal Perkutut dan Perkutut Putih. Cara ini tidak berlaku pada Perkutut Putih Lokal ( Perkutut Putih Kapas ), cara ini hanya berlaku untuk Perkutut Putih Turunan Bangkok.


INDUK PERKUTUT PUTIH
Pertama Anda harus menyiapkan Induk Perkutut Putih, atau Calon Induk Perkutut Putih, atau Perkutut Gen Putih.  Calon Induk adalah Perkutut Putih Jantan dan Perkutut Putih Betina yang umurnya sudah siap tangkar, yaitu umur jodoh sekitar 5 sampai 10 bulan. Umumnya, umur perkutut betina lebih tua daripada perkutut jantan.
Berikut ini adalah Contoh Induk untuk menghasilkan Perkutut Putih, Anda dapat menerapkan salah satunya, atau semua metodenya. Berikut ini adalah 5 Cara Mudah Berternak Perkutut Putih Bangkok yang dapat Anda terapkan.


Cara 1 :
PUTIH ( Betina ) X PUTIH ( Jantan )
Dengan Induk Perkutut Putih vs Putih, maka Anda akan menghasilkan anakan Perkutut Putih sebesar +- 90%, sedangkan 10% anakannya akan keluar warna lain menurunkan warna sesuai gen yang dibawa kedua induknya, misalnya Perkutut Silver ( putih garis garis hitam ) atau juga Perkutut Udanmas ( putih garis kuning keemasan). Kecil sekali menghasilkan anakan Perkutut Biasa (Jalur Warna). Untuk harga indukan atau calon induk adalah :
  1. Harga Siapan Sepasang Jodoh (umur 7 - 10 bulan) : Rp. 2.000.000,-
  2. Harga Induk Produk (umur 1,5 tahun ke atas) : Rp. 3.000.000,- atau Nego
Catatan : Biasaya Perkutut Induk Putih yang sudah Produksi tidak dijual oleh Peternak, karena indukan tersebut sudah menjadi Mesin Uang atau Mesin ATM Hidup bagi peternakannya. Apabila Anda hendak "Jebol Kandang", atau membeli paksa, biasanya oleh Peternak akan didiberikan dengan harga yang cukup mahal, melebihi dari harga di atas.
tips sukses ternak perkutut putih
Cara 2 : 
PUTIH ( Betina ) X JALUR WARNA / Bangkok ( Jantan )
Dengan Induk Perkutut Putih vs Jalur Warna sebagai Jantan-nya, maka Anda bisa menghasilkan Perkutut Putih perkiraan sebesar 30%, sedangkan 70%-nya anakannya adalah Perkutut Warna Biasa Jalur Warna dengan suara Bangkok. Akan tetapi semua tergantung gen warna yang di bawa oleh Perkutut Jalur Warna sebagai Jantan yang dibawanya, apabila gen resesif pembawa gen Albino (Putih)-nya besar, maka anakan yang dihasilkan bisa Putih Putih (dalam satu tetasan menghasilkan anakan putih semua).
  1. Harga Siapan Sepasang Jodoh (umur 7 - 10 bulan) : Rp. 1.000.000,-
  2. Harga Sepasang Induk Produk (umur 1,5 tahun ke atas) : Rp. 2.000.000,- atau Nego
tips sukses ternak perkutut putih
Biasanya, dengan menggunakan jenis ini, maka anakannya yang keluar adalah:
- Keluar Putih (Betina) dan Putih (Jantan)
- Keluar Putih (Betina) dan Biasa (Jantan)
- Keluar Biasa (Betina) dan Biasa (Jantan)
Perlu Anda pahami, apabila Anda menggunakan Perkutut Bangkok (Jantan) sebagai pasangan Jantan bersuara merdu, maka hasil anakannya juga akan memiliki suara merdu. Jadi, sebaiknya Anda tidak sembarangan menggunakan jantan, karena akan diturunkan pada anaknya.


Cara 3 : 
JALUR WARNA ( Betina ) X JALUR WARNA ( Jantan )
Perkutut Putih juga dapat dihasilkan dengan Induk Perkutut Jalur Warna Putih (Betina) vs Perkutut Jalur Warna Putih (Jantan), sehingga potensi anakan yang dihasilkan adalah +- 20% menghasilkan Perkutut Putih, sedangkan 80% menghasilkan Perkutut Biasa.
  1. Harga Siapan Sepasang Jodoh (umur 5 - 10 bulan) : Rp. 500.000,-
  2. Harga Sepasang Induk Produk Menghasilkan Putih (umur 1,5 tahun ke atas) : Rp. 1.000.000,- atau Nego
Perlu Anda ketahui, Perkutut Jalur Warna Putih adalah Perkutut Biasa (warna kelabu) yang dihasilkan dari Persilangan antara induk Perkutut Putih (Betina) vs Perkutut Warna (Jantan). Nama lain untuk perkutut Jalur Warna Putih ini adalah Perkutut F1 Putih ( keuturunan pertama dari Perkutut Putih ), atau juga disebut dengan Perkutut Split ( Hasil dari Putih dan Biasa Jalur Putih ).


Sedangkan ada lagi istilah Perkutut Blirik, yaitu Perkutut Warna Biasa (AF)/ Normal. Jadi, yang dihasilkan dari Perkutut Jalur Warna Putih (Betina) vs Perkutut Jalur Warna Putih (Jantan), anakan yang akan keluar adalah :
- Keluar Perkutut Putih (Betina) dan Biasa (Jantan) ( 20 % )
- Keluar Perkutut Biasa dan Biasa ( 80 % ) = Disebut Perkutut Blirik, atau Perkutut AF Jalur Warna Putih
Catatan : Jika perkutut blirik (AF) tadi diternak, maka kemungkinan juga masih akan mengeluarkan Perkutut Putih Albino, karena lahir dari Perkutut Jalur Warna pembawa Gen Putih/ Albino. 


Untuk induk perkutut jenis ini, potensi menghasilkan Perkutut Putih sangat kecil sekali, namun demikian Anda tetap akan menghasilkan anakan Perkutut Putih suatu saat nanti, meskipun potensinya jarang sekali. Biasanya, anakan pertama kali akan keluar Biasa Biasa (2 piyik warna biasa), dan kemungkinan keluar Putih Biasa setelah beberapa kali produksi. Jadi, Anda harus bersabar.
Namun demikian, jenis Induk Perkutut Jalur Warna pada kenyataannya lebih produktif daripada Induk Perkutut Putih yang telah disebut di atas. Induk Perkutut Jalur Warna lebih tahan terhadap penyakit, dan periode Produksinya lebih cepat, karena sifat indukannya yang sehat (tidak cacat) / bukan albino.
Bagi Anda para pemula yang bermodal sedikit, Anda dapat menggunakan Induk Perkutut Jalur Warna, karena selain Harganya Murah, perkutut jenis ini lebih tahan terhadap penyakit. Dan Perkutut Jalur Warna dapat diternak pada Kandang Minimalis, dan juga pada tempat yang minimalis.
Harga piyikan (umur 2 - 4 bulan) Perkutut Jalur Warna ini kisaran Rp. 150.000,- per ekor (jantan/ betina), atau Rp. 350.000,- perpasang jodoh (garansi jantan dan betina, sepasang muda sudah jodoh tapi belum produksi).


Catatan Penting 1 :
Ingat ya..........harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu, harga sangat dipengarui stok dan produksi di Peternakan. Harga juga sangat dipengarui daerah, sehingga beda daerah juga beda harga. Selain itu, beda peternak juga beda harga. Harga di atas adalah patokan Harga Perkutut Warna yang dijual oleh Bunafit Bird Farm di Yogyakarta dan Lampung.


Catatan Penting 2 :
Mohon maaf, angka persentase (%) hasil ternak yang Kami buat di atas tidak sepenuhnya benar, Kami hanya berusaha menggambarkan tingkat kemungkinannya, sehingga Anda bisa mentafsirkan sendiri dengan logika dan pengetahuan Anda. Pada prakteknya di lapangan, Anda akan mendapatkan hal-hal baru yang awalnya tidak mungkin menjadi mungkin, misalnya; Perkutut Putih vs Jalur Warna sering mengeluarkan anak Perkutut Putih Putih (satu tarangan warna putih), dan sebagainya. Selamat memilih Calon Induk yang Tepat, sesuaikan dengan Kondisi Keuangan Anda, dan Jangan memaksakan kehendak.


KANDANG PENANGKARAN
Setelah mendapatkan Induk Perkutut Putih atau Calon Induk Perkutut Putih, kini Anda tinggal mempersiapkan kandang penangkarannya. Syarat utama Kandang Penangkaran Perkutut yang ideal adalah :
  1. Ukuran Kandang Cukup Luas, dengan diamter Panjang: 60cm x Lebar 60cm x Tinggi 180cm
  2. Posisi Kandang harus terkena Sinar Matahari, minimal mendapatkan Sinar Matahari Pagi
  3. Kandang Perkutut dibuat menggunakan batas Kawat Ram (Strimin) ukuran 0,5 cm atau 1 cm, sehingga aman dari hewan pengganggu seperti Tikus dan Ular.
  4. Tersedia Asinan berupa Sotong (Tulang Sotong Laut), atau Pasir sebagai Asinan
  5. Tersedia Air Minum yang cukup
  6. Tersedia Makanan Bergizi dan bersish, terdiri dari racikan; Milet Putih, Milet Merah, Beras Merah, dan diberi Campuran Sedikit Ketan Hitam atau Godem
  7. Tersedia Petarangan Tempat Bertelur
Untuk ukuran, Anda dapat menyesuaikan Ukuran kandang Perkutut dengan lokasi tempat yang Anda miliki. Bahkan, Anda juga bisa menangkarkan Perkutut Jalur Warna ( Perkutut Warna Biasa ) pada Sangkar Kotak Kecil yang biasa Anda pakai untuk Burung Ocehan, dengan catatan sangkar kotak tersebut ditempel pada Tembok dan diletakkan pada tempat yang tenang / sepi sehingga Perkutut nyaman.
Semoga artikel dan informasi ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua

yuk intip bagaimana desain kandang perkutut sederhana

Merupakan kebanggaan tersendiri apabila seorang penggemar perkutut mampu membudidayakan perkutut kesayangannya. Terlebih pula bila mampu mengeluarkan jawara berkualitas dari hasil olahan tangannya sendiri.
yuk intip bagaimana design kandang perkutut sederhana
Banyak penggemar perkutut yang melangkah satu step ke depan dengan sekaligus menjadi peternak dan masih sebagai hobby semata seperti asal muasal Nusantara Birdfarm ini.
Namun banyak pula penggemar yang bertindak lebih jauh dengan membangun puluhan bahkan ratusan petak kandang dengan tujuan komersial. Betapa tidak, karena harga piyik perkutut berkualitas saat ini antara jutaan hingga puluhan juta per pasang. Bahkan di banyak peternak besar pasangan-pasangan kandang favorit yang terbukti menghasilkan banyak jawara antrian bookingan untuk mendapatkan sepasang anaknya bisa mencapai angka belasan hingga puluhan orang.
Ada juga peternak perkutut yang membangun ratusan kandang ternak namun bermain di kelas bawah dengan harga jual produk hanya puluhan ribu rupiah per ekor untuk mengisi segmen pasar kelas pemula. Mau bermain di kelas bawah ataupun di kelas atas, dari segi komersial rasanya beternak perkutut masih sangat menjanjikan.


Kandang Ternak Perkutut
Hal yang mutlak diperlukan dalam beternak perkutut adalah kandang. Sepetak kandang berisi hanya sepasang induk jantan dan betina. Apakah boleh kandang besar diisi banyak pasangan perkutut? Boleh-boleh saja, karena perkutut adalah pasangan monogami (selalu setia dengan satu pasangannya), namun dikuatirkan bukannya mereka rajin baku-tindih untuk kawin malah baku-tindih untuk berantem karena cemburu atau karena memperebutkan lokasi sarang. Jadi sebaiknya satu petak hanya diisi satu pasang saja.


Ukuran Kandang Ternak
Sudah terbukti bahwa sepasang perkutut bisa diternak di kandang yang berukuran kecil, bahkan di sangkar burung ocehan pun sepasang perkutut bisa rajin berkembang biak. Ukuran kandang tergantung dari luas lahan yang dimiliki. Idealnya memang berukuran agak besar agar pasangan indukan lebih bebas terbang dan lebih sehat tentunya buat pasangan indukan yang ada.
Kandang ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm sudah bisa dipakai sebagai modal untuk mulai beternak perkutut. Bisa juga dibuat petak kandang yang bersusun untuk menghemat lahan. Mau susun dua atau susun tiga juga masih bisa.
Kandang ideal berukuran lebar 120 cm x 180 cm x 270 cm (lebar x tinggi x panjang) agar perkutut bisa bergerak terbang bebas dan mendapat cukup sinar matahari. Namun ukuran umum yang dipakai adalah 90 cm x 180 cm x 180 cm atau ukuran 60 cm x 180 cm x 180 cm.
Karena keterbatasan luas lahan di kota besar maka ukuran yang dianggap normal saat ini adalah ukuran 60 cm x 180 cm x 120 cm (lebar x tinggi x panjang).
Ukuran mana yang mau dipilih, terserah selera masing-masing. Ukuran manapun yang dipilih perkutut tetap bisa berkembangbiak disana.
Bahan rangka kandang bisa terbuat dari kayu, besi ataupun aluminium. Tergantung dari dana dan kesediaan material. Bahan kayu lebih murah namun kurang awet, bisa lapuk dihajar hujan dan rayap. Bahan besi lebih kuat, pengerjaannya lebih susah karena memotongnya lebih berat, juga untuk mengebornya dan juga besi bisa berkarat. Bahan aluminium lebih mahal dan pengerjaannya lebih mudah dan cepat, serta bentuknya rapi dan manis dipandang serta awet karena tahan karat.
Bahan dinding dan bagian atas kandang dipilih kawat kandang yang digalvanized (dilapis dengan bahan anti karat). Ukuran kotak-kotak kawat kandang sebaiknya yang ukuran 0.5 cm x 0.5 cm. Agar tidak dimasuki cicak, kecoak maupun ular yang membahayakan ketenteraman lingkungan kandang. Kalau ada manusia yang takut banget dengan cicak atau kecoak, maka tidak heran juga kalau ada perkutut yang juga phobia dengan hewan-hewan tersebut. Ukuran kawat kotak-kotak 1 cm x 1 cm yang lebih murah masih bisa dipakai tetapi resikonya masih terlalu besar dibanding penghematannya.
Lantai Kandang Sebaiknya lantai kandang dipelur dengan semen, jangan hanya beralas tanah. Supaya lebih mudah dibersihkan dengan cara disemprot dengan air. Lantai tanah kelihatannya alami, tetapi akan banyak bakter pathogen yang berkembang biak di tanah dan bisa masuk ke perut perkutut kesayangan kita ketika si perkutut mencari makan di bawah. Lantai kandang harus dibuat miring sedemikian rupa sehingga air hujan yang masuk bisa segera mengalir keluar kandang, sehingga lantai tidak menjadi lembab sarang kuman. Lantai kandang harus sering dibersihkan dengan cara disemprot dengan air atau bila perlu masuk kandang dan disikat hingga bersih dari kotorandan lumut.
Atap Kandang penutup bagian atas kandang atau atap kandang ternak bisa terbuat dari genting atau asbes. Atap dibuat miring sehingga air hujan tidak tergenang. Dan atap dipasang hanya sepertiga bagian saja menaungi area sarang dan tempat pakan. Sisa dua per tiga area bisa dipakai perkutut untuk bermandi sinar matahari dan atap dibuat menjorok ke depan agar tempat pakan dan sarang tidak terkena tampias air hujan. Sebaiknya di antara kawat atas kandang dan atap kandang diberi jarak sekitar 15-20 cm agar terdapat sirkulasi udara yang nyaman di daerah sarang.


Pintu Kandang
Untuk kandang ukuran besar perlu dibuat pintu kandang berukuran 60 cm x 90 cm agar perawat kandang bisa masuk untuk membersihkan kandang ataupun untuk menangkap burung. Sebaiknya dibuat engsel pengunci juga di bagian dalam, sehingga ketika perawat masuk ke dalam kandang bisa mengunci pintu kandang dari dalam agar burungnya tidak kabur dari celah pintu.
Harus dibuat juga pintu kecil Pintu kecil untuk urusan pakan dan minum ukuran 15 cm x 15 cm yang dipasang di bagian depan sebelah atas dekat sarang, pintu ini gunanya untuk mengecek sarang, mengecelk telur dan piyik yang masih kecil, sehingga perawat tidak perlu masuk kedalam kandang.
Pintu Kecil untuk memantau telur dan piyik Kemudian satu lagi pintu kecil dibagian depan tengah ukuran 20 x 20 cm untuk mengambil tempat makan/minum ketika mau menambah pakan atau mau membersihkan tempat pakan/minum.
Meja Makan Tidak hanya rumah pemilik bird farm yang punya meja makan, tapi kandang ternak perkutut pun harus dilengkapi dengan meja makan. Cukup berupa papan kayu melintang yang diletakkan dibagian depan sebelah tengah. Di papan ini bisa diletakkan kotak tempat pakan dan wadah minum perkutut. Ukurannya lebar 20 cm dan tebal 1 cm, panjangnya memyesuaikan dengan lebar kandang. Jangan lupa memberi lapisan cat pada papan meja makan ini, agar tidak mudah lapuk kena siraman air hujan ataupun siraman air pada waktu kita membersihkan kandang.


Wadah Pakan
Pakan perkutut sebaiknya diletakkan di sebuah kotak yang bersekat-sekat dengan penutup yang berlubang dengan diameter lubang seukuran 4 cm cukup untuk kepala perkutut masuk dan mencongkel-congkel makanannya. Burung perkutut terkenal sebagai burung pemilih yang makannya suka dihambur-hamburkan. Dengan penutup tersebut maka bisa agak dikurangi pemborosan pakannya.
Kotak bersekat gunanya untuk memisahkan pakan antara milet, gabah, juwawut dan yang lainnya, sekali lagi agar tidak dihambur-hamburkan oleh burung perkututnya, selain itu juga untuk lebih mudah mengetahui pakan jenis apa yang disukai oleh pasangan perkutut tersebut. Layaknya manusia
ada yang suka capcay, ada yang suka puyunghai, ada yang suka telor ada yang tidak suka sayur, begitu juga perkutut ada yang hobby makan juwawut tapi gak suka ketan hitam, ada yang suka milet doang dan tidak suka gabah.


Wadah Minum
Wadah minum bisa dipakai yang model terbuka, atau juga model tertutup untuk menghindari debu dan kotoran yang mencemari minumannya. Yang model terbuka harus tiap hari diganti agar tidak lumutan dan tidak menjadi sarang jentik nyamuk demam berdarah.
Demikian sedikit gambaran tentang kandang perkutut yang ideal semoga bermanfaat.

Tips sukses cara beternak perkutut dijamin untung besar

Kalau membahas peluang usaha atau bisnis memang tidak ada habisnya, yang salah satunya yakni dengan membudidayakan burung perkutut yang cukup menjanjikan saat ini. Perkutut ialah jenis burung yang dikenal akan suaranya yang indah, yang pada awalnya jenis burung ini diternakan secara tradisional oleh perseorangan. Namun dengan semakin banyak peminatnya maka burung ini pun mulai di budidayakan dalam skala yang cukup besar untuk dapat memenuhi permintaan pasar.
Tips sukses cara beternak perkutut dijamin untung besar
KARAKTERISTIK ( MORFOLOGIS )
ADAPUN CIRI MORFOLOGIS PERKUTUT INI IALAH :
  1. Memiliki tubuh berukuran relative kecil dengan panjang berkisar 20 hingga 25 cm
  2. Kepala berbentuk bulat kecil dengan warna abu-abu
  3. Pada paruh berbentuk panjang meruncing
  4. Pada leher berukuran agak panjang
  5. Memiliki jari yang berjumlah 4 buah pada tiap kaki
  6. Untuk bulu perkutut biasanya berwarna kecokelatan dengan variasi warna putih, hitam dan cokelat tua.
UNTUK JENIS-JENIS PERKUTUT YANG BIASA DITEMUKAN DI INDONESIA ANTARA LAIN YAITU :
  1. Perkutut local
  2. Perkutut Bangkok
  3. Perkutut belang
  4. Dan perkutut sumba
Walaupun jenisnya yang berbeda-beda untuk cara ternak perkutut relative sama untuk semua jenis. Burung ini juga di kenal akan kebiasaannya untuk hidup berkelompok di alam bebas. Untuk habitat burung perkutut ini ialah dataran rendah atau tinggi yang berumput dan berbukit-bukit. Nah berikut ini tahapan untuk bagaimana ternak perkutut untuk itu simaklah dibawah ini.


MEMILIH BIBIT
Langkah pertama yang perlu diperhatikan dalam cara membudidayakan perkutut ialah pemilihan bibit indukan atau bibit yang ideal haruslah yang sudah berumur minimal 4 bulan agar lebih mudah untuk di jodohkan, sebaiknya pada betina umurnya lebih tua dari pada umur pejantan.


CIRI-CIRI INDUKAN ATAU BIBIT YANG BAIK IALAH
  1. Memiliki suara yang bagus baik itu suara depan, tengah, maupun ujungnya
  2. Selain itu bibit yang bagus juga harus memiliki Irma suara ketukannya agak renggang
  3. Memiliki silsilah yang bagus
  4. Dan memiliki bentuk tubuh yang bagus
PERSIAPAN KANDANG
Seperti pada jenis burung lainnya, hal yang harus diperhatikan dalam teknik budidaya burung perkutut selanjutnya ialah dengan persiapan kandang. Untuk kandang perkutut biasanya terbuat dari bahan kawat yang memiliki yakni :
  1. Untuk tinggi bervariasi antara 45 hingga 180 cm
  2. Untuk lebar yang ideal 60 cm
  3. Dan panjang antara 100 hingga 180 cm
  4. Untuk lantai biasanya menggunakan pasir atau tanah biasa
  5. Untuk atap dapat menggunakan bahan asbes atau genting
Untuk perlu diperhatikan dalam memelihara perkutut dengan baik, pastikan posisi kandang mendapat sinar matahari terutama pada saat pagi hari. Selain itu kandang juga harus memiliki kelembaban yang cukup dan perhatikan juga jarak atap ke sarang. Di usahakan agar tidak terlalu dekat sehingga perkutut tidak kepanasan, pastikan juga kandang jauh dari sumber sura berisik untuk menghindari burung perkutut dari stress.


PROSES PENJODOHAN
Seperti layaknya cara berternak jenis burung yang lainnya, anda juga perlu untuk melakukan penjodohan pada perkutut yang mau di budidayakan. Masukkan perkutut yang akan dijodohkan ke dalam kandang ternak, untuk waktu yang tepat untuk memasukkan perkutut ke kandang ternak ialah pada saat sore hari. Untuk diperhatikan sebelum dimasukkan ke dalam kandang ternak pada kedua perkutut yang akan dijodohkan terlebih dahulu diberikan seperti :
  1. Kacang hijau lunak
  2. Minyak ikan
  3. Vitamin E
  4. Dan badannya dibasahi sedikit
TAHAP PEMELIHARAAN
Untuk langkah berikutnya yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan perkutut ialah tahap pemeliharaan piyik atau anakan. Piyik sebaiknya dipisahkan terlebih dahulu dari induknya ketika sudah berusia 1 hingga 1,5 bulan. Pada usia ini piyik biasanya sudah bisa makan sendiri. Tempatkanlah piyik dalam sangkar yang memiliki ukuran 50 x 70 x 50 cm. dalam satu sangkar dapat diletakkan 8 hingga 10 ekor piyik.
Untuk pakan yang bisa diberikan pada piyik dalam teknik beternak perkutut ialah :
  • Minyak ikan
  • Vitamin B kompleks
  • Obat cacing
  • Dan kalsium
Piyik juga harus dijemur agar mendapatkan cukup sinar matahari untuk menambah daya tahan tubuh, piyik dapat diberikan vitamin tambahan sebanyak 2 minggu sekali, pada usia 3 bulan piyik dapat dipindahkan ke sangkar soliter.
Cukup Mudah Bukan … ??? 🙂
Semoga dengan adanya postingan tentang Tips sukses cara beternak perkutut dijamin untung besar ini bisa membantu anda yang ingin menambah penghasilan, terima kasih. 🙂

cara budidaya gurame di lahan sempit dengan sistem guba

Budidaya Gurami Lahan Sempit Sistem Guba Teknik Guba adalah (Teknologi Gugus Simba), yakni riset tentang manfaat probiotik bagi keberhasilan...